Minggu, 10 Oktober 2010

Katalog Damasta Edisi Ultimate 2011

Salam!

Melanjutkan paparan produk kami, Kerajinan Aksesoris Edisi Ultimate (1), berikut link katalog format .jpg dengan cetakan per sheet (2 halaman).

Silakan unduh dan cetak (12 files ~ 24.6 MB), dan Anda sampaikan ke client Anda, tetapi jangan lupa untuk menambahkan nama dan nomor kontak Anda ke kolom contact person.
Jangan lupa, mohon kasih komentar ya :)







Katalog halaman cover luar









Katalog halaman cover dalam









Katalog halaman 1 dan 20









Katalog halaman 2 dan 19









Katalog halaman 3 dan 18









Katalog halaman 4 dan 17









Katalog halaman 5 dan 16









Katalog halaman 6 dan 15









Katalog halaman 7 dan 14









Katalog halaman 8 dan 13









Katalog halaman 9 dan 12









Katalog halaman 10 dan 11


Makasih sudah kasih perhatian dan unduh filenya.
Kami tunggu ordernya.



Mau dapet space data online?
Silakan klik:

Minggu, 03 Oktober 2010

Transfer Pemesanan







Silakan transfer via

@nomor 327 034 2301
cabang Palur, Solo, atas nama Himawan M.
Nominal atas pemesanan silakan ditambah 3 digit terakhir nomor handphone anda utk pengecekan.

Sabtu, 02 Oktober 2010

Kerajinan Aksesoris Edisi Ultimate (1)

Kreasi terbaru kami untuk waktu mendatang.

Liontin

Pemesanan silakan ketik pada komentar nama seller, kode produk dan inisial (max 6 huruf)


NLD-024


NLD-025


NLD-026


NLD-027


NLD-028


NLD-029


NLD-030


NLD-031


NLD-032


NLD-033


NLD-034


NLD-035


NLD-036


NLD-037


NLD-038


NLD-039


NLD-040


NLD-041


NLD-042


NLD-043

Jumpa lagi di Kerajinan Aksesoris Edisi Ultimate (2)

Minggu, 01 Agustus 2010

Dengan siapa Anda menghabiskan waktu, itulah masa depan Anda

dari Tung Desem Waringin

Robert Kiyosaki pernah mengikuti sebuah seminar 22 tahun yang lalu dimana instrukturnya meminta Robert menuliskan enam nama orang yang paling sering melewatkan waktu bersama Robert. Kemudian instruktur tersebut menulis dan mengumumkan, “Kalian sedang menatap masa depan kalian, keenam orang yang paling sering meluangkan waktu bersama kalian adalah masa depan kalian.”

Sekarang silahkan anda melakukan tugas yang sama, tulis enam orang yang paling sering dengan kalian. Mungkin tidak selalu teman anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan hidup, anak-anak, kelompok agama, atau kelompok sosial anda. Saya pribadi waktu mengerjakan tugas ini 6 tahun yang lalu, daftar nama saya didominasi rekan kerja. Sekarang setelah 6 tahun berlalu, kelima orang lain dalam daftar saya yang dulu masih menjadi teman baik saya, tapi kami jarang ketemu. Mereka orang-orang yang menyenangkan dan mereka hidup bahagia dengan hidup mereka. Perubahan saya hanya melibatkan diri saya, saya ingin merubah masa depan saya. Supaya berhasil mendapatkannya, saya harus merubah cara berfikir saya dan sebagai akibatnya juga merubah orang-orang yang menghabiskan waktu bersama saya.

Menurut saya pribadi, kesuksesan kita sangat tergantung 2 hal :

1. Apapun yang dimasukkan dalam otak kita.

2. Siapa yang kenal kita

Robert Kiyosaki dan saya tidak memilih teman-teman berdasarkan keadaan finansial mereka. Kami memilih teman-teman yang nyata-nyata berkaul kemiskinan dan juga teman yang menghasilkan jutaan dollar setiap tahun. Maksud saya, kami belajar dari mereka semua dan secara sadar kami berusaha untuk belajar dari mereka. Kami akui bahwa ada orang yang saya cari karena mereka mempunyai uang. Tetapi saya tidak mengejar uang mereka, saya mencari pengetahuan mereka. Dalam beberapa kasus orang-orang yang mempunyai banyak uang itu menjadi sahabat baik, tetapi tidak semuanya. Kami juga belajar dari teman-teman kami yang bergumul secara finansial, kami belajar apa yang tidak boleh kami lakukan.

Banyak orang datang ke tempat teman-teman yang kaya, tapi mereka datang untuk mencari satu atau dua hal atau kedua-duanya, yaitu :

1. Pinjaman/hutang

2. Pekerjaan

Mereka tidak pernah datang kepada teman yang kaya untuk bertanya bagaimana mereka bisa kaya.

Sudahkah Anda memilih teman-teman yang Anda ingin menjadi..?

Temukan seseorang yang telah melakukan apa yang ingin anda lakukan, ajaklah mereka makan siang, mintalah nasehat kepada mereka bagaimana cara mereka menjadi sukses.

Sudah Jatuh, Tertimpa Tangga, Disepak Kuda Pula

Sebagaimana apesnya seorang renta, dia harus memilih tinggal bersama anak, lebih tepat memilih untuk tinggal di salah satu rumah anaknya. Para menantu tidak mampu menjadi manusia berbakti, anak-anak yang telah dia didik menjadi budak keluarga...

Tidak bisa dipilih maupun disalahkan.

Tapi ini salah satu fenimena alam yang akan menimpa mereka yang punya anak. Getir dan masam untuk dibicarakan.

Kilas balik si renta membuat senyum terkembang di pipi keriputnya.
Ketika sang istri masih mendampinginya ia kerap melihat istrinya bercanda dengan anak-anaknya, tetapi bagi si renta dia memilih diam dan membisu, untuk menjaga wibawa dan karisma di mata keluarga.
Tangan dingin harus diberlakukan supaya semua sesuai aturan.
Perintahnya dulu, "Kakak, sebagai anak tertua kamu harus disiplin dan menjadi contoh!", atau "Adik kamu harus menurut. Jangan semua harus mengerti kamu!"

Contoh di atas adalah kalimat perintah terpanjang sepanjang hidupnya. lebih banyak bahasa tubuh dan isyarat. Melotot, tangat terkepal ke udara, muka masam hingga seperempat jam, mata menerawang jauh dengan dagu diangkat, selebihnya duduk manis di beranda tanpa menghiraukan kejadian di alam sekitar, kecuali sebatang rajangan tembakau, penghibur setianya.

Semua fatwa pendeknya telah anak-anak laksanakan.
Bekerja dan bergaji teratur.
Menikah dengan pasangan yang mapan dari keluarga mapan.
Memapankan keluarga.
Memiliki rumah.
Memiliki anak sebagai penerus.
Para anak telah memenuhi semua kemauannya, berhasillah si renta untuk mengatur dan mendidik anaknya.
Bangga!

Setelah napas terhela berselang ke 5 kalinya, ternyata terasa bahwa ia juga sangat tersiksa karena imbas diktasinya juga terhadap dirinya.
Semua anak telah mapan dan teratur, bahkan untuk sekadar berkunjung harus menunggu waktu liburan hari minggu.
Mau telepon... pasti terdengar jawaban penolakan klasik, "Ayah, aku sedang rapat koordinasi", "Ayah, aku sedang dampingi pimpinan, ntar malam aku telpon balik", "Kakek, bsok aja kakek main sini. Adek lagi bikin PR", dan serangkaian kebuntuan karena keteraturan.

Senyum itupun sirna dan tertitik mata kacanya.
Hebatnya masih juga ia senyum karena keberhasilan yang menyiksa dirinya dan keluarganya, hingga cucu-cucunya untuk tergilas dalam siklus lingkaran pedati.

Hidup Anda milik Anda. Anda yang putuskan.